Thursday, August 02, 2007

Launching CD Tembang Puitik Indonesia

Hari minggu tanggal 29 Juli, saya tiba-tiba ditelpon oleh Mbak Mira. Ternyata dia memberi tahu, hari senin besoknya (tanggal 30 Juli) Pak Dedi Panigoro mengundang saya ke acara home concert launching CD "Tembang Puitik Indonesia" oleh pianis Ananda Sukarlan dan soprano Binu Sukaman di Griya Jenggala.

Akhirnya saya datang ke acara itu. Ternyata disana ada soprano Deta (Bernadeta Astari) yang baru saya tonton konsernya di Goethe hari sabtu lalu. Saya kagum sekali sama Deta, baru-baru ini ia memenangkan juara 1 kompetisi vokal international di Belanda "Princess Christina Concours". Tidak mengherankan, dengan kualitas vokal dan interpretasi seperti Deta, soprano yang sedang belajar vokal di Utrecht Conservatory ini dapat menjadi suatu generasi penyanyi yang baru di khazanah musik vokal klasik di Indonesia. Itu juga kalau dia akan balik ke Indonesia sesudah lulus nanti.
Berkat prestasinya yang mengharumkan nama bangsa, Ibu Pia Alisjahbana yang malam itu juga hadir atas undangan Pak Dedi, tidak sungkan memberikan cek sebesar sekian-sekian rupiah padanya. Hadiah itu dapat ia pergunakan sebagai bekal untuk studi selanjutnya kelak.

Saya bersama Aseng dan Mbak Lusi


Di acara malam itu, saya juga bertemu dengan teman-teman saya yang sudah lama sekali tidak bertemu. Antara lain adalah Adrian (alias Aseng), junior saya di kampus yang bersama Mbak Mira sempat membantu Pak Dedi ketika mengadakan Cipta Award komponis muda Indonesia di Graha Bakti Budaya beberapa bulan lalu, juga ada Mbak Lusi (sekretarisnya Pak Dedi) yang saya kira datang bersama Mbak Rosita. Sayang, Mbak Rosita tidak datang. Padahal dulu waktu ke Medco, saya duluan kenal sama Mbak Rosita. Kemudian saya bertemu Kenia (alias Djoko) yang sudah setahun lebih tidak ketemu, ternyata baru buka kafe di Plaza Senayan (Nanti diskon donk kalo makan di tempat loe). Ada juga Mas Dali Martin yang pinter banget meniru gaya "melambai" salah seorang koreografer yang sering menari di acara-acaranya Ananda Sukarlan. Apalagi kalau sudah mengeluarkan kalimat "Endang Bambaaang" dengan suara sengaunya, ihh... amit-amit deh Mas Dali! Gelo loe! Hahahaha....


Malam itu Ananda dan Binu membawakan beberapa lagu seriosa Indonesia dengan baik. Binu sempat tersedak beberapa kali karena AC-nya langsung mengarah ke Mbak Binu. Karena AC sentral, tidak bisa dimatikan. Tapi secara keseluruhan, acara berlangsung dengan lancar. Ada satu lagu karya Ananda yang menarik perhatian saya, yaitu lagu "Kama" yang berdasarkan pada puisi penyair dan mantan pengguna narkoba Ilham Malayu semasa ia dipenjara di Thailand. Puisi itu adalah ungkapan kerinduan Ilham pada anaknya yang bernama Kama. Ananda kemudian mengarang lagu yang beridiomkan pentatonik Jawa berdasarkan puisi itu. Dinyanyikan oleh Mbak Binu, lagu itu membawa suasana pada kegetiran seorang Ilham yang dipenjara dan teringat akan anak semata wayangnya.

Setelah acara selesai, seperti biasa (secara dadakan) Pak Dedi menyuruh saya main. Salah satu modus operandi Pak Dedi adalah dadakan dan tiba-tiba. Membuat panitia acara home concert malam itu saja baru dilakukan sejam sebelum acara dimulai! Hahaha... Akhirnya karena dadakan dan tidak siap, satu-satunya lagu yang hafal ya main Rachmaninoff Etude Tableau op 39 no 8 yang merupakan program konser saya di Erasmus Huis bulan Juni lalu. Sisanya main lagu-lagu seperti Sepasang Mata Bola, Rangkaian Melati, Juwita Malam, dan lagu pop seperti Whitney Houston dan Vina Panduwinata! Hahaha... Malam itu juga ada Tante Linda Djalil yang main pianonya juga jago. Ternyata dulu muridnya Tante Ira juga! Jadi kita sama-sama seperguruan, tapi beda generasi. Selain itu ada juga Tante Lung-Lung (Sie Swan Liong) yang Duta YPM. Sayang dia tidak main, katanya tangannya baru digigit anjing.

Mbak Binu – yang sudah lebih dari setahun saya tidak menonton konser-konsernya – ternyata antusias sekali waktu saya cerita bahwa Tante Catharine sedang membuat produksi opera La Boheme untuk pentas tahun ini. Katanya, "Aku mau donk jadi Musetta," sambil menyanyi aria Quando me'n vo' dan tawa pun bergema di Griya Jenggala malam itu.

No comments: