Thursday, December 13, 2007

Kebangkitan Paduan Suara Paragita UI


Ngomong soal Kebangkitan, sebenarnya saya cuma ingin membagi pengalaman mengenai konser Paduan Suara Universitas Indonesia “Paragita” mengenai konser mereka yang lalu, bertajuk A Glimpse of Asia yang diadakan di Erasmus Huis pada 16 November 2007. Sedikit flashback, kalau tidak salah ini adalah tahun ketiga saya mengiringi paduan suara yang tidak lain berasal dari universitas saya sendiri.

Pertama-tama, saya merasa sangat terhormat bisa main mengiringi Paragita. Bukan karena apa, melainkan karena reputasi Paragita sendiri yang sudah melanglang buana dan memenangkan berbagai kompetisi lokal maupun internasional. Tidak heran ketika pertama kali saya diundang untuk mengiringi Paragita (kalau tidak salah waktu itu untuk acara kepresidenan), saat latihan bersama, seluruh anggotanya terlihat disiplin sekali. Waktu itu adalah masa pemerintahan pelatih/konduktor Sukanty Sidharta yang terkenal akan disiplin dan kerja kerasnya yang sangat luar biasa. Saya kagum melihat etos kerja anak-anak yang meskipun pelatihnya belum datang, namun atas inisiatif sendiri langsung melakukan vocalise dan melatih lagu-lagu yang akan dimainkan. Tidak lama, salah seorang dari mereka memperingatkan bahwa Jeng Sukanty sedang berjalan masuk dari pintu depan menuju ruang latihan. Dalam sekejap tiba-tiba ruangan langsung hening. Anak-anak langsung duduk dengan rapi tanpa cela. Kemudian saya jadi teringat akan adegan film The Devil Wears Prada: saat hari pertama Andrea Sachs masuk kerja. Ketika sang chief editor Miranda Priestly masuk - berjalan dari pintu masuk gedung menuju kantornya - semua karyawan langsung hening dalan sekejap dan berbaris dengan rapi menyambut kehadirannya. Ini kira-kira sama dengan kejadian di Paragita. Begitu Jeng Sukanty masuk, tanpa membuang-buang waktu lagi ia langsung berjalan menuju piano dan segera memulai vocalise. Latihan dilakukan dengan sangat serius, tidak ada satu orang pun yang berani melawan wibawa Jeng Sukanty. Saya kagum. Sangat kagum sekaligus ikut takut.

Meskipun ada beberapa pihak yang menyayangkan bahwa kualitas Paragita kini semakin menurun, namun menurut saya secara kontinuitas dan kualitas, Paragita masih bisa dikategorikan paduan suara yang top. Ini terbukti ketika saya terlibat dalam konser yang diadakan di Erasmus Huis November lalu, dimana ada 5 lagu yang mesti diiringi. Sebelumnya saya biasanya mengiringi Paragita apabila ada acara-acara resmi atau kenegaraan. Baru kali ini saya berkesempatan mengiringi sebuah konser dalam performance secara utuh.

Dalam persiapan konser dan juga hari H-nya, Paragita sekarang berada dibawah pemerintahan Jeng Aning Katamsi. Selain Mbak Aning, ada juga tim pelatih lain seperti Mbak Ona (soprano Rozana Unsulangi), Kak Mona (adiknya Mbak Ona), Om NyonNyon, dan Mas Adjie. Selama latihan, saya melihat betapa keras kerja tim paduan suara sebagai suatu kesatuan yang solid, walaupun banyak diantara yang tampil adalah anggota baru, alias anak-anak angkatan 2007. Bila Mbak Aning melatih dengan penuh kesabaran, selalu ada kebalikannya, yakni Kak Mona yang akan selalu mengembalikan paduan suara pada ‘jalannya yang lurus’ apabila mulai terjadi ketidakberesan dalam hal attitude. Dalam hal ini cultural reproduction yang ada dalam Paragita patut diacungi jempol.

Berkat latihan yang keras dan dedikasi dari para pelatih yang nggak ada matinye, akhirnya konser tanggal 16 November berlangsung dengan mulus. Paragita sendiri membawakan 17 lagu, dimana 5 diantaranya saya iringi. Sisanya adalah acapella. Lagu-lagu yang dibawakan adalah folksongs dari berbagai negara di Asia, seperti dari Cina, Korea, Filipina, Melayu, Indonesia, dan Jepang. Saya sendiri mengiringi lagu-lagu dari Korea dan Indonesia.

Terima kasih pada Paragita atas kerjasama yang sangat kompak. Profesionalitas yang selalu dibina dari generasi ke generasi semoga dapat awet terus. Amin.

Viva Paragita!!!

6 comments:

Ferdi said...

Ooh, ini blognya ka Aditya ya?

Padat sekali isinya...


Saya nonton konsernya waktu itu. Bagus deh...

Pianistaholic said...

Oh ya? Thank you ya waktu itu sudah dateng ke konser. Btw ini Ferdi siapa ya? Anak Paragita?

Amalie-IU si AyAm petok2 said...

waaaah~ ini blog Kak Dit? :D
aku kemarin nonton konser kakak dengan PARAGITA - At The Beginning Concert
hix...
Kak Adit bagus main pianonya, walaupun duet sama Bu Aning
taun depan ikutan PARAGITA aaahh~

Ferdi said...

iya, anak paragita.


maaf telat banget balesnya. baru ngecek soalnya.

amalie, ikutlah tahun ini...

Pianistaholic said...

To Amalie:
THanks ya udah dateng ke konser hehe.. Aduuh iringin pianonya mah biasa aja kali.. yg bagus tuh Ka Mona pinter banget pake chord2 jazz :p
Iya, gabung aja sm Paragita.. pengalamannya banyak loh, plus belajar berorganisasi juga hehe *kok jd promosi*

Anonymous said...

ini ka adit yang wawa julukin 'tukang becak' bukan yah??

hehe..baru baca blog-nya ni..lagi butuh blog2 pargit jadi pas di klik di google, eh ada blog ini!

trimakasi atas info grs besar di Glimpse y...

_wawa_