Monday, May 12, 2008

Anekdot seputar konser Class of 2007 Paragita

Hari Jumat 2 Mei yang lalu saya mendapat kehormatan untuk mengiringi Class of 2007 Paduan Suara Paragita UI di Balai Sidang UI Depok. Kali ini tidak seperti biasanya, program yang dibawakan adalah Liebeslieder Walzer op 52 karya Johannes Brahms, dimana iringannya adalah duet piano alias quatre-mains (four hands)! Berhubung duet, kebetulan pasangan saya adalah Mbak Aning Katamsi. Saya memainkan not-not kunci F sebelah kiri, sementara Mbak Aning main kunci G-nya sebelah kanan.



Saat latihan bersama Mbak Aning (dikelilingi 4 botol air mineral dgn merk yg berbeda hehe)
(c) Rebecca Siahaan




Konser ini sendiri merupakan ajang “unjuk gigi” anggota baru Paragita angkatan 2007 yang baru saja selesai dilantik. Mbak Aning selaku pelatih utama Paragita kali ini mempersilahkan Agus Yuwono alias NYONYON untuk menghandle keseluruhan konser, oleh karena itu konduktornya kali ini adalah Nyonyon.

Program konsernya sangat menarik, yaitu terdiri atas 2 bagian. Bagian pertama adalah Liebeslieder Walzer Brahms yang terdiri atas 18 lagu, namun yang ditampilkan hanya 12 lagu. Bagian kedua (setelah istirahat) adalah kompilasi lagu-lagu pop dan jazz yang dipilih secara menarik, seperti At the beginning, Night and Day, New York New York, Let’s Hang On, dan I’ll Creole Love Call. Jika Bagian 1 diiringi saya dan Mbak Aning, maka bagian 2 menjadi otoritas Kak Ramona Unsulangi dengan skill piano jazznya yang mumpuni.

Kejadian ketika konser
Kisah dimulai ketika GR pada pk 14 (konser dimulai pk 16). Saat itu Mbak Aning menyarankan agar partitur yang digunakan adalah milik beliau. Partitur saya sejak awal memang sudah dijilid ring dan difotokopi bolak-balik sehingga Mbak Aning merasa repot untuk membalik-balik lagu yang hanya terdiri dari 2 halaman. Akhirnya malam sebelum konser, Mbak Aning menyempatkan diri untuk menempelkan lembaran-lembaran partitur miliknya sehingga lagu yang terdiri atas 2 halaman bisa dijadikan kanan-kiri. Masalahnya terletak pada lagu no 1 (Rede, Madchen) dimana Mbak Aning tidak memiliki partiturnya, sehingga harus menggunakan buku saya. Jadi perjanjiannya: Hanya lagu no 1 yang pakai buku saya. Lagu seterusnya pakai fotokopian Mbak Aning.
Pada saat GR, sebenarnya semua berjalan dengan mulus. Namun ketika konser dimulai, entah apa yang terjadi – mungkin karena selama latihan selalu pakai buku saya – akhirnya setelah lagu pertama, kami berdua lupa untuk mengganti ke fotokopiannya Mbak Aning sehingga kami baru sadar bahwa partiturnya keliru setelah memainkan not baris pertama. Akhirnya ketika waktunya membalik halaman, saya dan Mbak Aning pada saat yang bersamaan refleks mau membalik, namun karena Mbak Aning mengira saya yang akan balik, akhirnya tidak jadi. Saya pun mengira Mbak Aning yang akan balik, akhirnya tidak jadi! Hahaha... akhirnya saya secepat kilat langsung membalik, karena kebetulan lagunya juga dalam tempo yang cepat, jadi saya sempat missed beberapa birama di halaman sebaliknya :p Tapi tidak apa-apa, ini masih tidak vital.
Kemudian kejadian lagi pada lagu no 9 (Vogelein durchrauscht die Luft). Nyonyon yang belakangan cerita kalau saat itu gugup sekali, memberikan aba-aba yang kurang pas. Mestinya koor dan piano masuk pada saat yang bersamaan, akhirnya malah piano yang masuk duluan. Karena salah, anggota koor sempat terlihat panik. Mbak Aning refleks memegang tangan saya untuk menyetop, kemudian sempat bilang “Nyon, Nyon, ulang lagi”. Tapi mungkin karena prinsip The show must go on, akhirnya tanceeeepp maang!! Alhasil, koor nyanyi sendiri dan saya baru masuk di baris kedua, diikuti oleh Mbak Aning. Saya dan Mbak Aning pun tersenyum-senyum hehehe...
Akhirnya ketika Bagian 1 selesai, kami semua tertawa terbahak-bahak di backstage. Well, kejadian seperti itu siapa yang bisa menduga. Apapun bisa terjadi di atas panggung. Tapi paling tidak saya mendapat pengalaman berharga untuk bekerjasama dengan Mbak Aning yang sudah bersusah payah menyempatkan latihan piano bersama, juga bersama Nyonyon The Conductor :)

Bagian kedua, very jazzy
Bagian kedua diawali dengan lagu At the Beginning (soundtrack film Anastasia), diiringi oleh Kak Mona. Sebuah persembahan yang menarik, terutama saya suka sekali dengan New York New York dan Let’s Hang On – dimana Kak Mona juga menunjukkan gig-nya sebagai pianis jazz – nada-nada yang dibawakan oleh koor dan piano terdengar sangat colorful, dipercantik oleh akord-akord ‘miring’ ala jazz, membuat dua lagu ini menjadi favorit saya di Bagian 2. Nyonyon sebagai konduktor juga telah berhasil membawa koor untuk menghidupkan suasana groovy sehingga banyak juga penonton yang ikut menggoyangkan badan mengikuti irama lagu.
Untuk koor tanpa iringan, lagu standar jazz Night and Day dan sebuah karya unik I'll Creole Love Call menjadi sangat eye-catching, terutama di lagu kedua yang membutuhkan teknik-teknik khusus seperti menggetar-getarkan pita suara, membuat suara-suara yang mirip terompet dalam nada-nada Blues.
Bagian 2 ditutup oleh encore berupa sebuah lagu sangat manis I’ll never say goodbye (soundtrack film The Promise).
Salut untuk Kak Mona dengan permainan pianonya yang luar biasa, juga kepada Nyonyon atas sebuah persembahan musik yang indah.

7 comments:

Ferdi said...

Ternyata di pihak piano juga ada bencana yah? Hahaha, ga nyangka aja...



Bangga deh ikut konser kemaren, biarpun cuma internal..

Ferdi said...

Oh iya, posting dong tentang lomba kemaren, gimana lombanya bagus tidak?

Pianistaholic said...

Walaupun internal, tapi lagu apapun harus disajikan dgn ok donk ;)
Siap ya utk kompetisi ITB hehe..

Tentang lomba TVRI kmrn? Wah bingung mau nulis apa... Secara gw baru diminta iringinnya sehari sebelum hari H hahaha...

Tapi for the rest bagus laah.. buktinya juara 2 ;) Congratz ya!

ReRe said...

ka adiiiit...
ternyata gitu ya ceritanya waktu konser? *aku baru baca*
wkwkwkwkkwk..lucu banget....
btw..yang vogelein itu liebeslieder no 13..bukan 9...

Pianistaholic said...

Ohh... iya no 13.. gw itungnya dr buku program soalnya, kan ada bbrp lagu yg dikorting hehehe

IMW said...

Membaca posting ini bikin saya inget jaman-jaman sering ngaco ngeracunin Aning Katamsi. Mudah-mudahan dia ndak pernah dendam ama saya.

Anonymous said...

gyahahahahahaha....!!!ya ampun! gw tlat bgt y bacanya!!


bner2 baru tau ada kejadian kya gt!!

emank mz nyo2n bilang sblm mulai klo gmn pun salahnya di depan panggung nyanyinya gha bole berhenti..jdi smua anak ikut komando mz nyo2n..hahaha..


_wawa_