Tuesday, November 10, 2009

Indonesia Membaca Rendra

Pada tanggal 29 Oktober yang lalu di Gedung Kesenian Jakarta, saya mendapat kesempatan untuk mempergelar-perdanakan Choral Fantasy – Belavita bersama soprano Aning Katamsi dan Paduan Suara Paragita UI. Karya yang merupakan pembuka dari Malam Aksi Seni dan Renungan Kebudayaan “Indonesia Membaca Rendra” tersebut merupakan karya kolaboratif antara musisi Jockie Suryoprayogo dan Ananda Sukarlan. Belavita sendiri merupakan sebuah lagu dari album Kantata Revolvere yang dimotori oleh grup Kantata Takwa, dimana beberapa tahun silam Aning Katamsi pernah membawakannya bersama dengan seniman Sawung Jabo. Kini karya tersebut dimodifikasi: Jockie Suryoprayogo yang malam itu berperan sebagai penata musik meminta komponis Ananda Sukarlan untuk menginterpretasikan ulang dalam bentuk komposisi yang baru.



Suasana panggung ketika gladiresik

Lahirlah Choral Fantasy – Belavita, dimana lirik lagunya merupakan ciptaan Rendra, ide musik dari Jockie Suryoprayogo, sementara aransemen yang baru diciptakan oleh Ananda Sukarlan. Dimulai dengan bagian choral acapella yang berdasarkan pada motif ritme Symphony no. 5 Beethoven. Simfoni “Nasib” demikian orang biasa menyebut mahakarya tersebut, karena motif ritme pembukanya mirip dengan ketukan pintu yang misterius, seperti Malaikat Maut yang siap datang untuk mencabut nyawa pemilik rumah.
Lantas bagian acapella tersebut dilanjutkan dengan dua halaman bridge, dimana saya memainkan introduksi piano pada tema “Oh, bencana dari kekuasaan insan,” (dinyanyikan oleh Aning Katamsi) sebelum beralih pada Belavita yang menyuarakan kemenangan dan perdamaian universal, dengan seruan “Salam ya salam, Haleluya, dan Shanti Om Shanti”


Mufakat Budaya
Dalam preambule buku program, pada dasarnya ide dari pementasan malam itu memang dikemas sebagai pertunjukan yang berlangsung dalam irama tertata dan tempo yang terjaga, tanpa ada jeda atau pause agar bisa secara utuh menciptakan aura personal dan atmosfir pertunjukan yang mewakili kehadiran Rendra di dalamnya. Untuk itu diperlukan pencapaian artistik dan totalitas para pendukung pergelaran, termasuk para artis terkemuka yang tampil, sutradara, penata musik, penata panggung, penata cahaya, penata suara, penata busana, dan bahkan penataan produksi yang profesional.

Acara yang diadakan atas kerjasama dengan TV One tersebut merupakan bentuk apresiasi dan dedikasi untuk mengenang seluruh pencapaian hidup “Si Burung Merak” Rendra. Isinya sarat akan nuansa berkesenian, mulai dari gerak tari, musikalisasi puisi, dan lakon teater yang diasuh oleh berbagai kalangan, mulai dari politisi, ilmuwan, entertainer, dan pejabat. Sebutlah Sys Ns. sebagai sutradara yang memotori setiap detail di atas panggung, atau Samuel Watimena sebagai juru kunci yang bertanggung jawab atas kostum para penampil malam itu. Juga ada seniman Radhar Panca Dahana sebagai produser eksekutif dan Jockie Suryoprayogo yang berkuasa penuh terhadap penataan musik selama pergelaran berlangsung.


Mengenang Perjuangan Rendra
Dalam Impresi Tiga Sudut Pandang, ditampilkan monolog singkat berupa kesaksian dan kenangan akan tiga orang yang memiliki hubungan sangat khusus dengan Rendra. Ada Adi Kurdi yang memberikan kesaksian sebagai murid ideologis, seniman, sekaligus adik bagi Rendra. Lantas hadir Clara Sinta sebagai anak biologis yang di hari-hari terakhir almarhum sangat dekat dan selalu berada di samping beliau, dan Laksamana (Purn) Sudomo yang merupakan rekan sekaligus rival politik Rendra, yang semasa berkuasa kerap berselisih dengan Si Burung Merak.

Ungkapan rasa cinta dan romantisme Rendra yang khas tertuang dalam sajak indah berjudul Sajak Surat Cinta. Disajikan secara kolaboratif oleh Marcella Zalianty, Poppy Dharsono, Sys Ns. dan Edo Kondologit yang ikut menembangkan penggalan cinta itu dengan pesonanya. Kisah cinta Rendra dan Sri Sunarti memang unik, antara lain komponis Mochtar Embut pernah juga jatuh cinta pada Dik Narti, namun karena sungkan untuk mengungkapkan akhirnya perasaan rindu yang mendalam tersebut tertuang dalam sebuah lagu seriosa berjudul Setitik Embun.

Dari pihak musisi, Rendra banyak menginspirasi rekan-rekannya dalam berkarya. Demikian pula untuk Jockie Suryoprayogo yang terinspirasi membuat aransemen lagu Rajawali berdasarkan sajak Rendra, pada malam yang sama saat Sang Pujangga wafat. Lagu yang melibatkan seniman Sawung Jabo dan rocker Doddy Katamsi (kakak kandung Aning Katamsi) ini penuh dengan gejolak energi dan spontanitas!

Backstage bersama kakak-adik: Doddy dan Aning Katamsi

Kemudian adalah penggalan karya monumental BipBop, atau drama MINIKATA yang sempat melambungkan Bengkel Teater Rendra sebagai kelompok teater avant-garde di negeri ini, dilakonkan kembali oleh anggota Bengkel Teater, sebelum berlanjut pada Sajak Anugerah Gusti Allah. Disajikan secara kreatif oleh rapper Iwa K. dan Denada, sajak religius ini nampak begitu apik dipadu-padankan dengan akting Ray Sahetapy.

Pada Sajak Sebatang Lisong yang dibacakan Rendra di ITB, 17 Agustus 1977, diaransemen ulang dan dipersembahkan dalam sebuah kolaborasi ekspresif dengan balutan gerak dramatik, disampaikan dengan teramat lugas, tegas, dan bernas oleh Sys Ns, Tamara Bleszynski, Wulan Guritno, dan Ray Sahetapy.

Pada akhirnya: Pemikiran, proses kreatif, sikap kesenimanan, serta perjuangan seorang Rendra sungguh perlu mendapat penghormatan setinggi-tingginya. Radhar Panca Dahana kemudian menyampaikan Renungan Kebudayaan untuk memberi aksentuasi tema acara “Indonesia Membaca Rendra ini” sebelum akhirnya ditutup oleh lagu Kesaksian yang merupakan salah satu sajak terbaik Rendra yang digubah menjadi sebuah lagu.


kemarin dan esok
adalah hari ini
bencana dan keberuntungan
sama saja
langit di luar langit di badan
bersatu dalam jiwa”


Dikutip dengan penyesuaian dari buku program “Indonesia Membaca Rendra”

2 comments:

aar suparyono said...

hallo hallo hai... burung beo terbang ke awan aar suparyono mencari kawan....

Salam kenal sesama blogger, mari berkunjung ke blog yang laen untuk menjalin persahabatan. Salam hangsat dari aar ss. musik dan curhat Inilah blogku mari berkawan dan saling memberi masukan. mencari kawn sbanyak banyak nya, mari..
Trimakasih ya....

aar ss said...

hallo hallo hai... burung beo terbang ke awan aar suparyono mencari kawan....

Salam kenal sesama blogger, mari berkunjung ke blog yang laen untuk menjalin persahabatan. Salam hangsat dari aar ss. musik dan curhat Inilah blogku mari berkawan dan saling memberi masukan. mencari kawn sbanyak banyak nya, mari..
Trimakasih ya....