Tuesday, February 16, 2010

Seuntai Kenangan dari Renata Tebaldi

Beberapa hari yang lalu ketika saya sedang merapikan tumpukan CD, saya menemukan sebuah CD menarik berjudul “Renata Tebaldi: Songs & Arias”. Apabila Anda adalah salah satu dari penggemar fanatik penyanyi opera yang dijuluki “Voce d’angelo” (suara malaikat) oleh konduktor legendaris Arturo Toscanini tersebut, maka Anda akan segera paham bahwa CD tersebut merupakan barang langka, dalam pengertian: Dari sekian banyak rekaman suara Renata Tebaldi, kebanyakan adalah genre opera. Sementara itu, CD ini unik karena di dalamnya memuat kumpulan lagu-lagu art songs Italia yang tergolong jarang dibawakan di panggung pentas musik seriosa dewasa ini, misalnya: Notte (Ottorino Respighi), O luna che fa lume (Vincenzo Davico), atau Passo e non ti vedo (Enzo Masetti). Semua lagu dalam CD ini disusun dalam format resital vokal dan piano, dimana pianis pengiringnya adalah Giorgio Favaretto, yang mengiringi dengan sensitivitas dan efisiensi yang terasa cocok dengan karakter suara Tebaldi.


Dalam CD ini, ada tiga buah lagu yang menurut saya menarik. Ketiganya diambil dari kumpulan siklus art songs La canzone dei ricordi (Lagu-lagu kenangan) karya Giuseppe Martucci (1856-1909). Dari total tujuh lagu yang ada dalam siklus art songs tersebut, Tebaldi membawakan tiga saja, yaitu: Al folto bosco (Di tengah belantara hutan), Cantava il ruscello (Nyanyian sungai kecil), dan Sul mar la navicella (Perahu kecil di lautan). Intensitas Tebaldi memang menjadi kekuatan dalam interpretasi karya yang sulit ini. Ia dapat membangkitkan suasana nostalgia yang kental, membuai lamunan dalam Fin de siècle era Romantik melalui melodi-melodi melankolis dan harmonisasi kromatik yang muram. Siklus art songs La canzone dei ricordi sendiri pertama kali ditampilkan di Napoli sebulan setelah meninggalnya sang komposer, dimana syair lagunya diambil dari puisi karya Rocco Pagliara dan menceritakan mengenai seorang gadis yang sedang meratap, mengenang momen-momen indah yang telah dilaluinya bersama kekasih tercinta.


Dalam rekaman tahun 1956 ini Renata Tebaldi sedang berada dalam masa-masa puncak ketenarannya. Jenis suara lirico-spinto yang dimilikinya mampu memenuhi ruang pendengaran para penggemarnya di gedung-gedung opera berskala besar. Namun pada rekaman Al folto bosco ini, Tebaldi sepertinya sedikit mengurangi intensitas suaranya menjadi sedikit lebih light. Mungkin ini disebabkan oleh format resital vokal-piano yang tidak memungkinkannya untuk mengeluarkan suara secara full-voice, atau karena teknologi rekaman pada saat itu yang kurang bisa membuat balance antara suara piano dan vokal, sehingga ada beberapa tempat yang terdengar kurang seimbang: Suara piano tertutup oleh suara Tebaldi, terutama di bagian klimaks. Tebaldi yang memang besar dalam dunia opera, sepertinya kurang memberikan ruang intimasi pada lagu ini. Gaya bernyanyi art songs dan opera memang jauh berbeda. Saya membayangkan seorang Tebaldi yang biasa menyanyikan opera berskala besar seperti Aida, kemudian harus menciptakan suasana personal, dimana komunikasi hanya terjadi antara vokalis dan pianis. Berbeda dengan opera, dimana komunikasi terjadi dengan banyak pihak, misalnya dengan orkestra, lawan main, juga dengan gajah, jerapah, kuda, dan unta (dalam bagian Triumphal March opera Aida). Sepertinya mindset “diiringi piano” dan “diiringi orkestra” tidak bisa disamakan.

Meskipun demikian, marilah kita melihat artistry rekaman ini sebagai sebuah peninggalan berharga dari masa keemasan seni vokal klasik abad 20. Secara kontekstual, penafsiran Tebaldi terhadap Al folto bosco ini dapat dilihat sebagai suatu acquired taste yang klasik, seperti gaya menyanyinya yang sangat “Italia”, dengan penekanan dan aksen di suku kata yang tepat. Apapun itu, nuansa nostalgia yang kental langsung dapat dipahami pada saat pertama kali lagu ini dinyanyikannya.

1 comment:

irham febrieka (0906 514 960) said...

mas, saya irham (0906 514 960), murid mpks seni. sory email mas yg @musicians hilang, truz saya bingung kirim essay tugas yg mas suruh kirim kmana,, jd saya kirim ke email yg @hotmail. Tapi nanti hari rabu saya bawakan print-an nya.

Maaf saya pakai blog utk menghubungi mas, habisnya saya bingung