Saturday, October 22, 2011

Salihara: Resital "Sastra, Musik, dan Yang Klasik"

Sabtu, 15 Oktober yang lalu saya bersama tenor Pharel Silaban dan soprano Devi Fransisca berkesempatan untuk mengisi acara International Literary Biennale yang diadakan oleh Komunitas Salihara. Tema dari Bienal Sastra kali ini adalah “Klasik Nan Asyik (Exciting Classics)”, dimana novelis Ayu Utami (selaku direktur festival) ingin mengangkat kembali karya sastra klasik yang kini semakin jarang dibaca oleh masyarakat – yang mungkin lebih asyik tenggelam dalam gelora sastra kontemporer.


Program yang kami bawakan adalah seriosa Indonesia (ada yang mengistilahkannya sebagai Tembang Puitik atau Musik Sastra – Ayu Utami menolak istilah “Tembang Puitik” karena istilah “Tembang” lekat dengan musik tradisi Jawa, sedangkan seriosa mengacu pada gaya Barat). Adapun karya seriosa Indonesia mengadaptasi Art Song (bahasa Jermannya: Lieder) yang pada era Romantik di Eropa, para komposer biasanya mengambil syair dari puisi karya pujangga terkenal saat itu (misalnya: Goethe, Lenau, Hesse) untuk dijadikan musik dengan iringan piano, dinyanyikan oleh solois dalam suasana resital yang intim dan hangat. Lebih lengkapnya mengenai seriosa Indonesia, bisa dilihat pada tulisan saya sebagai pembuka Konser 25 Tahun Aning Katamsi berkarya.

Bersama Ayu Utami

Berikut adalah urutan program yang kami bawakan:


"Awan"
Binsar Sitompul
(Syair: Sanusi Pane, dari kumpulan “Madah Kelana”)

"Bagi Kekasih"
Binsar Sitompul
(Syair: Sanusi Pane)

"Kemuning"
Cornell Simandjuntak
(Syair: Sanusi Pane)

"O Angin"
Cornell Simandjuntak
(Syair: Sanusi Pane)

"Puisi Rumah Bambu"
FX Soetopo
(Syair: Kirdjomoeljo)

Kumpulan Sajak Usmar Ismail “Puntung Berasap”
Hidup
Jika Kau Tahu
Cita-cita
Mochtar Embut

"Trima Salamku"
Binsar Sitompul

"Cintaku Jauh di Pulau"
FX Soetopo
(Syair: Chairil Anwar)

"Elegie"
FX Soetopo
(Syair: Kirdjomoeljo)

"Lagu Biasa"
RAJ Soedjasmin
(Syair: Chairil Anwar)

"Semangat"
RAJ Soedjasmin
(Syair: Chairil Anwar)

"Aku"
Trisutji Kamal
(Syair: Chairil Anwar)


Sesuai dengan tema, seriosa Indonesia yang kami pilih adalah yang menggunakan puisi-puisi klasik, karya sastrawan Sanusi Pane, Kirdjomoeljo, dan Chairil Anwar. Saat jeda resital berlangsung, ada pembacaan puisi oleh Avianti Armand – seorang arsitek yang juga menggarap kisah para perempuan Kitab Suci, Mrityunjay Kumar Singh – mantan direktur Pusat Kebudayaan India yang membacakan penafsiran dirinya atas karya “Kalidasa”, Georgios Veis – Duta Besar Yunani untuk Indonesia, dan Thorsten Becker – seorang aktor berkebangsaan Jerman yang sedang berkunjung ke Indonesia juga dalam rangka "Ubud Writers & Readers Festival 2011".


Hak Cipta Foto: Dokumentasi Komunitas Salihara



Beberapa media yang meliput konser kami, antara lain harian Suara Merdeka dan Jakarta Globe.

No comments: