Tuesday, December 13, 2011

75 Tahun Trisutji Kamal

Mencapai usia 75 tahun merupakan sebuah anugerah, baik bagi mereka yang merayakannya, maupun bagi orang-orang terdekat yang ikut berbagi kebahagiaan bersama. Akhir November lalu, komponis senior Indonesia – Trisutji Djuliati Kamal – merupakan salah seorang tokoh yang ikut menikmati kebahagiaan tersebut, dimana acara syukuran ulang tahun beliau yang ke-75 merupakan berkah bagi dunia musik sastra Indonesia. Terbersit kenangan serupa akan “A Great Day in Harlem”, acara syukuran ulang tahun Trisutji Kamal tersebut dihadiri oleh musisi-musisi klasik yang ikut mengukir tonggak musik klasik di Indonesia.

Diadakan di kediaman Trisutji Kamal di bilangan Cipete Jakarta Selatan, rumah asri yang interiornya menggabungkan gaya klasik dan etnik tersebut dipenuhi oleh dekorasi berupa lilin-lilin mungil, karangan bunga, serta asap dupa gaharu yang dibawa khusus dari tanah Arab. Di meja makan tersaji nasi tumpeng, serta sajian khas Italia yang dimasak khusus oleh Trisutji, dengan resep otentik yang dikenalnya selama menimba ilmu komposisi di Accademia Santa Cecilia, Roma – 50 tahun yang lalu.

Dua sahabat: Trisutji Kamal & Catharina Leimena

Chef Trisutji & Melanzane grigliate, lasagna, pollo ripieno con besciamella


Setelah langit selesai mencurahkan rintik hujan, perlahan para tamu mulai berdatangan. Musisi senior seperti penyanyi opera Catharina Leimena hadir dengan kerinduan akan sahabat lama yang dahulu sama-sama berjuang membawa nama Indonesia di Italia. Kemudian hadir soprano Aning Katamsi, Christine Lubis, tenor Charles Nasution, dan pianis-pianis kenamaan, mulai dari yang senior seperti Pudjiwati Insia Effendi, Endang Kusumaningsih, hingga Adelaide Simbolon, Iswargia Sudarno, Rubi Pertama. Mereka semua memiliki kedekatan batin dengan sosok Trisutji Kamal, sebagai eksponen penting yang pernah menyenandungkan melodi-melodi indah karya sang komponis.



Para sahabat dan keluarga terdekat pun ikut meramaikan acara syukuran malam itu, yang berpuncak pada upacara pemotongan tumpeng yang dipimpin oleh Aning Katamsi, menyanyikan lagu “Melati”, diikuti oleh tarian khidmat penari Nyoman Sura. Pucuk tumpeng diserahkan secara simbolis oleh Trisutji kepada pemain harpa Rama Widi, sebagai pemrakarsa acara syukuran malam itu. Selain untuk memperingati hari ulang tahun Trisutji, momen tersebut merupakan ungkapan doa untuk kelancaran konser “Tembang Puitik Trisutji Kamal” yang dipentaskan tanggal 12 Desember.

No comments: